Tulisan ini membahas apa itu jurnal akademik, mengapa banyak mahasiswa masih
menghindarinya, serta bagaimana sebenarnya jurnal dapat dipahami dengan cara
yang lebih ringan. Artikel ini tetap mempertahankan kerangka ilmiah
Aimin' Publishing: Jurnal Kreatif Anti Mainstream
Vol. 1, No. 1, September 2025
Mengenal Jurnal Akademik: Fungsi, Hambatan, dan Relevansinya bagi
Mahasiswa
(Sebuah Jurnal Berkedok Blog)
Aiman Ilyas Muharram
Aimin' Projects
@aimanilyasm
Abstrak
Tulisan ini membahas apa itu jurnal akademik, mengapa banyak mahasiswa masih
menghindarinya, serta bagaimana sebenarnya jurnal dapat dipahami dengan cara
yang lebih ringan. Artikel ini tetap mempertahankan kerangka ilmiah (abstrak,
pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan), tetapi menggunakan bahasa
blog agar mudah dicerna. Fokusnya adalah menjelaskan definisi, fungsi,
hambatan, serta menawarkan saran praktis agar menulis jurnal tidak terasa
sia-sia.
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Kalau dengar kata jurnal, sebagian
orang mungkin ingat “jurnal harian” alias diary. Tapi di dunia akademik,
jurnal adalah tulisan ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh lembaga atau
institusi, berisi hasil penelitian, analisis, atau kajian tertentu.
Sayangnya, jurnal sering terasa jauh dari mahasiswa. Alasannya beragam:
bahasanya kaku dan penuh istilah teknis, akses terbatas (harus lewat database
tertentu), dan minim panduan yang membahas “apa itu jurnal” dengan bahasa
sederhana.
Tulisan ini mencoba mengisi celah tersebut. Ia adalah jurnal akademik, akan
tetapi ditulis dengan gaya blog.
B. Rumusan Masalah
- Apa itu jurnal akademik dan mengapa penting?
- Mengapa mahasiswa sering menghindari jurnal?
- Apa tantangan dalam membuat jurnal dan bagaimana solusi praktisnya?
C. Tujuan Penelitian
-
Memberikan gambaran umum mengenai jurnal akademik dengan bahasa sederhana.
- Mengidentifikasi tantangan yang membuat mahasiswa menghindari jurnal.
- Menawarkan alternatif solusi agar semangat menulis tetap terjaga.
Metode
Tulisan ini menggunakan metode studi literatur kualitatif reflektif: menelaah
panduan akademik tentang penulisan jurnal, artikel ilmiah terkait, serta
merefleksikan pengalaman umum mahasiswa. Sumber diambil dari buku panduan,
artikel akademis, dan pengalaman praktis penulis sebagai representasi
mahasiswa yang pernah menghadapi jurnal.
Hasil
A. Definisi Jurnal
Secara sederhana, jurnal akademik adalah media publikasi ilmiah yang berisi
artikel penelitian/kajian. Ibarat “majalah”, tapi isinya khusus penelitian dan
kajian ilmiah.
B. Ciri-Ciri Jurnal
-
Ada struktur jelas: abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan,
kesimpulan.
- Ditulis dengan rujukan dan daftar pustaka.
- Melewati proses review (sering disebut peer review).
- Diterbitkan secara berkala (misalnya 2 kali setahun).
C. Fungsi Jurnal
- Menyebarkan pengetahuan.
- Memvalidasi penelitian.
- Membangun portofolio akademik.
Pembahasan
A. Kenapa Jurnal Penting?
-
Sumber ilmu paling mutakhir: Buku butuh waktu lama untuk diterbitkan,
sementara jurnal bisa lebih cepat menyesuaikan perkembangan.
-
Validasi akademik: Tulisan dalam jurnal sudah diperiksa oleh ahli, jadi
punya bobot lebih kuat dibanding opini biasa.
-
Latihan berpikir ilmiah: Membaca jurnal melatih kita menyaring argumen,
data, dan kesimpulan secara kritis.
-
Portofolio akademik: Bagi penulis, jurnal jadi bukti nyata kontribusi
pada dunia ilmu.
B. Mengapa Mahasiswa Menghindari Jurnal?
- Bahasanya belibet dan “kurang ramah” bagi pembaca awam.
-
Tidak praktis: kadang orang hanya butuh inti, tapi harus membaca puluhan
halaman.
-
Kurang promosi: jurnal jarang dipopulerkan, sehingga terasa eksklusif.
-
Akses yang terbatas dan tampilan halaman web yang biasanya jadul dan
tidak terawat.
C. Tantangan dalam Membuat Jurnal
- Sulitnya mencari ide dan ide penelitian buntu.
- Tekanan bimbingan, revisi, dan sidang.
- Sulit menjawab pertanyaan penguji.
- Hambatan teknis: bahasa, daftar pustaka, plagiasi.
-
Ketakutan terbesar: usaha panjang berujung “ditolak” sebab dianggap low
value.
Penutup
A. Kesimpulan
Jurnal akademik memang tampak rumit, tetapi pada dasarnya hanyalah catatan
ilmiah yang lebih rapi dan sistematis. Tidak semua orang perlu mendalami
jurnal, namun mengenalnya akan membantu kita lebih bijak mencari sumber ilmu.
B. Saran
-
Kalau bahasa jurnal terasa kaku, jembatani dengan menulis ulang temuan
akademis dalam bahasa blog.
-
Mahasiswa bisa memulai dari blog sebagai “jurnal versi ringan” untuk melatih
konsistensi menulis.
- Dosen sebaiknya menyediakan panduan awal dengan bahasa sederhana.
-
Jangan takut kalau jurnal formal ditolak: insight tetap bisa hidup melalui
publikasi alternatif seperti blog atau platform pribadi.
Daftar Pustaka
-
Day, R. A., & Gastel, B. (2012). How to Write and Publish a Scientific
Paper (7th ed.). Cambridge University Press.
-
Gasparyan, A. Y., Ayvazyan, L., Blackmore, H., & Kitas, G. D. (2011).
Writing a narrative literature review: a valuable lesson for novice
researchers. Journal of Korean Medical Science, 26(3), 313–318.
-
Swales, J. M., & Feak, C. B. (2012). Academic Writing for Graduate
Students: Essential Tasks and Skills (3rd ed.). University of Michigan
Press.
0 Komentar