Aimin' Projects
Pernah nggak sih, ngerasa kuliah tuh kadang nggak jelas? Dosen ngomongnya ngalor-ngidul, bikin bingung mana poin penting yang harus dicatet, nggak kaya pas sekolah, guru tinggal dikte dan kita tulis langsung tanpa mikir dulu.
Kalian pernah ngerasa nggak sih, kalau ngampus itu rasanya gak jelas? Kadang dosen ngomongnya ngalor-ngidul, bikin bingung mana poin penting yang harus dicatet. Nggak kaya pas sekolah, guru tinggal dikte dan kita langsung tulis tanpa mikir dulu. Kalau dosennya ngalor-ngidul, materi jadi acak, dan pas nyatet di binder rasanya jadi bingung.
Hasilnya tulisan kita jadi gak rapi, akhirnya males dibuka lagi karena gak enak dibaca. Padahal, kalau bukan dari pertemuan hari itu sendiri, dari mana lagi kita mau dapat sumber belajarnya? Kalau belajar mandiri di luar jam luar kelas kadang kita udah malas banget atau ada kesibukan lain, jadi materi inti ya cuma bisa diambil dari pertemuan itu.
Nah, aku ada triknya yang aku pakai, cukup sederhana tapi ampuh:
Pas pertemuan jam mata kuliah, fokus aja nyatet apa pun itu di HP. Jangan pilih-pilih, tulis aja semua yang muncul, entah itu omongan dosen, presentasi kelompok, pertanyaan dan diskusi.
Setelah itu, kita bisa minta bantuan AI atau metode lain buat rapihin catatan tadi, kasih insight tambahan, highlight poin penting, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab.
Lalu, apakah perlu menulis ulang hasil catatan dari bantuan AI tadi? Nggak juga, kalau aku ada dua cara output: catatan fisik dan catatan digital. Ketimbang repot-repot tulis ulang, tinggal print notes-nya. Bisa pakai kertas binder garis atau polosan.
Kalau aku pakai binder garis, jadi kalau gitu aku scan dulu kertas bindernya biar dapet hasil scannya berupa foto digital. Foto itu nanti disimpan dan dijadikan background image di Google Docs. Setelah itu, tinggal copy paste catatan tadi ke Google Docs, dirapikan supaya sesuai garis kertas bindernya, dan beres jadi catatan digital. Untuk catatan digital biar kepakai, simpan di satu folder khusus, aku nyimpennya di Google Drive biar bisa dibaca dan diedit kapan pun dan di mana pun.
Kalau catatan fisiknya, tinggal print hasil dari Google Docs tadi ke kertas binder. Kalau diprint enaknya bikin terasa lebih nyata dan enak dibaca ketimbang di layar HP atau laptop. Cuma kekurangannya harus bolak-balik ke fotokopian, kalau pun ada printer di rumah boros tinta dan kertas bindernya.
Nah, itu dia tips singkat cara aku bikin binderku kepakai, dari yang awalnya gak jelas jadi rapi dan siap dipakai belajar. Kalau binder kita dikurasi dengan cara seperti ini, belajar jadi lebih gampang, lebih praktis, dan nggak bikin stress. Binder bukan cuma arsip, tapi jadi sumber belajar nyata yang bisa kita pakai kapan pun.
By the way, kalau kalian mau samaan punya buku binder custom seperti gambar di awal, kalian bisa beli lewat tombol di bawah ini!
Kalian punya tips seputar ngampus lainnya nggak? Kalau ada, coba tulis di kolom komentar ya! Stay aimin'!
0 Komentar