Aimin' Projects
Setiap agama punya lambangnya sendiri. Kristen dengan salib, Buddha dengan roda dharma, tapi Islam? Banyak orang akan menjawab lambangnya adalah bulan sabit dan bintang. Padahal Islam tidak pernah punya lambang, simbol, ataupun logo.
Setiap agama punya lambangnya sendiri. Kristen dengan salib, Buddha dengan roda dharma, tapi Islam? Banyak orang akan menjawab lambangnya adalah bulan sabit dan bintang. Padahal Islam tidak pernah punya lambang, simbol, ataupun logo.
Faktanya, simbol bulan dan bintang telah digunakan sejak era Kekaisaran Bizantium Kristen, sekitar abad ke-3 SM, jauh sebelum Islam lahir. Simbol tersebut melambangkan dewi bulan Artemis, pelindung ibukota mereka Konstantinopel (sekarang Istanbul).
Lalu pada tahun 1453, Kesultanan Ottoman berhasil menaklukkan Konstantinopel dan menyebarkan pengaruh Islam lebih luas. Simbol tersebut perlahan mulai diadopsi menjadi logo identitas resmi kekuasaan mereka dan mulai digunakan pada bendera, mata uang, dokumen, dan lainnya.
Dari sanalah simbol itu kemudian menyebar dari Turki Ustmani (Kesultanan Ottoman) ke dunia Islam, dan orang-orang secara kolektif mulai mengasosiasikan bulan dan bintang sebagai logo Islam.
Namun jika kita kembali melihat sejarahnya, simbol ini muncul karena politik dan budaya, bukan karena wahyu ilahi. Jadi, apakah Islam benar-benar perlu sebuah logo, sebuah identitas? Sebuah identitas yang terlihat, tapi mungkin kosong di dalamnya?
Rasulullah ﷺ dan para sahabat tak pernah membuat lambang. Mungkin karena Islam tidak pernah dibangun di atas citra dan kemasan yang memukau, tapi dibangun atas isi dan proses nyata iman, amal, dan akhlak para hamba-Nya.
Sebab yang Allah lihat bukan gaya, bukan branding, tapi ketulusan ibadah yang menjadikan kita sebagai muslim sejati, yang membawa identitas Islam lewat hati dan perilakunya.
Karena sejatinya logo adalah representasi nilai, prinsip, serta aksi nyata. Dan tanpanya, logo hanyalah coretan bentuk yang tak bermakna.
Stay aimin'!
Referensi
0 Komentar